Pages

Search This Blog

Powered by Blogger.

Saturday, January 19, 2019

Menggapai Cita-Cita Tertinggi

Assalamu'alaikum Wr. Wb.

Cita-cita yaitu suatu impian atau harapan seseorang akan masa depanny, bagi sebagian orang cita-cita adalah tujuan hidupny, tapi bagi bagian lainnya cita-cita hanyalah mimpi belaka yang tidak dapat mereka raih.

Dalam Islam, dianjurkan bahkan diwajibkan bagi setiap orangnya untuk memiliki cita-cita, cita-cita yang tinggi tentunya. Sebab dengan adanya cita-cita dan didorong dengan semangat maka InsyaAllah cita-cita kita tersebut akan terkabul. Kita dapat berkaca kepada para sahabat Nabi SAW. bagaimana mereka punya cita-cita yang tinggi sehingga mereka diangkat menjadi manusia mulia pilihan Allah SWT. Salah satu contohnya ada kisah 4 pemuda dengan cita-cita yang luar biasa.


Kisah ini menceritakan tentang 4 orang pemuda yang berbincang tentang cita-cita mereka. Keempat pemuda tersebut ialah Abdullah bin Umar, Abdulmalik bin Marwan, dua anak Zubair bin Awwam –semoga Allah meridhoi dan merahmati mereka.

روي أن عبد الله بن عمر وعروة بن الزبير ومصعب بن الزبير وعبد الملك بن مروان اجتمعوا بفناء الكعبة ، فقال لهم مصعب : تمنوا ، فقالوا له : ابدأ أنت ، قال : ولاية العراق وتزوج سكينة بنت الحسين وعائشة بنت طلحة ، فنال ذلك ، وتمنى عروة الفقه وأن يؤخذ عنه الحديث ، فنال ذلك ، وتمنى عبد الملك بن مروان الخلافة فنالها ، وتمنى عبد الله بن عمر الجنة

“Diriwayatkan bahwa suatu ketika Abdullah bin Umar, Urwah bin Zubair, Mush’ab bin Zubair dan Abdulmalik bin Marwan berkumpul di pelataran Ka’bah.

Mush’ab berkata pada mereka: Sebutkan cita-cita kalian!

Lalu mereka menjawabnya: Mulailah dari kamu!

Dia (Mush’ab) berkata: (Saya bercita-cita dapat menguasai) wilayah ‘Iraq dan menikahi Sukainah binti Husain dan ‘Aisyah binti Thalhah. Maka ia pun meraihnya.

Urwah bercita-cita dapat menguasai fikih dan diambil darinya hadits (menjadi rujukan). Ia pun meraih hal tersebut.

Abdulmalik bin Marwan bercita-cita untuk mejadi khalifah. Ia pun meraih hal tersebut.

Abdullah bin Umar bercita-cita (masuk) surga.”

Subhaanallah! itulah kisah empat pemuda yang memiliki cita-cita yang tinggi. Tiga pemuda yang diawal telah mendapatkan apa yang mereka cita-citakan. Adapun yang terakhir (Abdullah bin Umar radhiyallahu ‘anhuma) kita berharap dia dapat meraih apa yang ia cita-citakan karena dia adalah seorang sahabat yang paling mirip dan paling semangat meniru cara hidup Rasulullah.

Masya Allah, para sahabat Rasul di didik, diajarkan dan diajak untuk memiliki cita-cita tertinggi, yaitu syurga-Nya Allah SWT. 

Bercita-citalah kalian setinggi dan sebanyak mungkin, tetpi janganlah kamu berkhayal dan berangan berlebihan. Karena angan-angan tersebut datangnya dari setan. 
(يَعِدُهُمْ وَيُمَنِّيهِمْ وَمَا يَعِدُهُمُ الشَّيْطَانُ إِلا غُرُورًا (١٢٠
artinya: "(Setan itu) memberikan janji-janji kepada mereka dan membangkitkan angan-angan kosong pada mereka, padahal setan itu hanya menjanjikan tipuan belaka kepada mereka" (Q.S An-Nisa : 120)

keadaan manusia disibukkan dengan hanya berkhayal tapi tidak digunakkan untuk berikhtiar meraihnya, jadi habislah waktu kita hanya untuk berkhayal. Maka dari itu, jika ada khayalan dalam diri kita sekecil apapun itu, hilangkan, palingkan, itu tidak benar. Misalnya ada teman kalian yang membawa mobil keluaran terbaru dan yang kalian idam-idamkan, otomatis ada pikiran ingin juga, kemudian mulai membayangkan sesuatu, maka langsung hilangkan, itu bukan milik kita.


Kalau kamu ingin mendapatkan nikmat yang melekat pada dirinya, ayo berikhtiar seperti diapun pasti sudah berusaha sebelumnya. Jikalau ada orang yang mendapat nikmat yang baik, dan kita menginginkan hal serupa, maka tidak pertu berkhayal, itu hanya buang-buang waktu, buang-buang tenaga dan buang-buang kesempatan untuk beribadah, lebih baik persiapkan rencana, ikhtiar untuk meraihnya dan bertawaqal kepada Allah SWT.

sesuai dengan Q.S Ali Imran : 133 

وَسَارِعُوا إِلَى مَغْفِرَةٍ مِنْ رَبِّكُمْ وَجَنَّةٍ عَرْضُهَا السَّمَاوَاتُ وَالأرْضُ أُعِدَّتْ لِلْمُتَّقِينَ 
(١٣٣)
artinya : "Bersegeralah kamu mencari ampunan dari Tuhanmu dan mendapatkan surga yang luasnya seluas langit dan bumi yang disediakan bagi orang-orang yang bertakwa" (Q.S Ali Imran :133)

di ayat tersebut menjelaskan bahwa untuk mendapatkan syurga-Nya Allah SWT yaitu dengan melakukan kebaikan bukan keburukan. Di ayat selanjutnya juga menjelaskan beberapa amalan yang bisa mengantarkan seseorang mencapai surga. 
الَّذِينَ يُنْفِقُونَ فِي السَّرَّاءِ وَالضَّرَّاءِ وَالْكَاظِمِينَ الْغَيْظَ وَالْعَافِينَ عَنِ النَّاسِ وَاللَّهُ يُحِبُّ الْمُحْسِنِينَ (١٣٤
artinya : " (yaitu) orang-orang yang berinfak, baik di waktu lapang maupun sempit[1], dan orang-orang yang menahan amarahnya dan mema'afkan (kesalahan) orang lain. Allah menyukai orang-orang yang berbuat kebaikan" (Q.S Ali Imran : 134)

Pertama, orang-orang yang berinfak di jalan Allah baik dalam keadaan lapang maupun sempit, baik sedang berkecukupan maupun kekurangan. Kedua, orang yang akan mendapatkan ampunan dari Allah SWT. dan kemudian akan dimasukkan ke dalam surga-Nya adalah orang yang mampu menahan amarahnya, yang dimaksud mampu menahan amarah adalah orang yang memiliki alasan untuk marah dan ia pantas untuk marah, namun karena takut akan murka Allah SWT. dan khawatir terhadap dampak dari kemarahannya maka ia menahan amarahnya tersebut. Ketiga, memaafkan kesalahan orang lain, hal ini tentu sulit dilakukan jika kita tidak memiliki kesabaran, oleh karena itu pantas jika Allah kemudian memberikan ampunan-Nya dan menyediakan surga-Nya untuk orang-orang yang memiliki kelapangan dada seperti itu. 

Semoga kita dapat menjadi juara dalam lomba menggapai surga. Aamiin

Wassalamu'alaikum Wr. Wb.

0 comments:

Post a Comment

 

Blogger news

Blogroll

Blog Archive